Rabu, 01 Mei 2013

Ulasanqu : Perencanaan dan Strategi Pemasaran Sepeda Motor Honda


By : Aris Nurdiyanto (diolah dari berbagai sumber)

Pendahuluan
           

Salah satu alat transportasi yang banyak di jumpai di sekitar kita adalah jenis sepeda motor. Selain geografis faktor harga juga mempengaruhi perkembangan produksi sepeda motor. Setidaknya pada tahun – tahun terakhir ini harga relatif lebih murah dan terjangkau. Apalagi kalau di kota kota besar yang rawan kemacetan, maka alternatif yang paling memungkinkan adalah dengan menggunakan sepeda motor.
Kita ketahui saat ini banyak merk sepeda motor yang ada di Indonesia misalnya Honda, Yamaha, Suzuki, Kawasaki, TVS, Happy dll. Dengan banyaknya ragam dan keunggulan masing – masing kendaraan, semakin memudahkan masyarakat menjatuhkan pilihan pembelian. Tetapi dari pengamatan saya hanya merk Honda, Yamaha dan Suzuki yang secara fisual terlihat bersaing ketat. Dengan kedewasaan konsumen, maka selain harga maka pertimbangan gaya, keiritan dan kualitas nampaknya saat ini menjadi isu yang populer.
Pada ulasan saya sebelumnya, saya mencermati “segmentasi pasar, targeting dan positioning” sepeda motor Honda tipe matic dengan jenis produk “Honda Beat”.  Selanjutnya dalam makalah saat ini, saya mencoba melihat lebih luas dan menganalisa Sepeda Motor Honda secara general dari segi Strategi dan Manajemen Pemasaran. Alasan saya memilih merk sepeda motor Honda dikarenakan secara pribadi adalah penggemar produk Honda. Selain itu realita yang ada, memang Produk Honda  paling banyak diminati Konsumen di Indonesia. Sebagai bukti adalah data dari dari Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) tahun 2012 bahwa merk Honda masih menjadi pemimpin pasar otomotif sepeda motor di Indonesia. Dengan data sebagai berikut :

Penjualan (unit) 2012
Merek
September
Jan-Sept
Pangsa (%)
Honda
371.755
3.081.767
57,16
Yamaha
208.849
1.846.375
34,25
Suzuki
35.882
351.696
6,52
Kawasaki
10.755
97.799
1,81
TVS
1.498
13.485
0,25
Total
628.739
5.391.122
100

Dibeberapa tulisan baik di surat kabar, internet dan pendapat beberapa teman, nampaknya Merk Honda lebih diminati karena ada beberapa faktor, misalnya asumsi sepeda motor Honda memiliki kualitas bagus, harga beli relatif murah, harga jual yang tinggi serta kemudahan untuk pembelian dan perawatan. Dari latar belakang tersebut kami mencoba membahas bagaimana strategi perusahaan agar asumsi - asumsi diatas dapat dipertahankan oleh sepeda motor merk Honda. Batasan pembahasan kami adalah analisa kesesuaian dengan materi Manajemen Pemasaran yang kami pelajari dengan informasi produk secara umum. 


Tinjauan Pustaka


  • Pemasaran

Pemasaran dikatakan sebagai bidang profesi yang dinamis dan senantiasa berubah mengikuti situasi terkini. Pemasaran merupakan ujung tombak dari serangkaian kegiatan perusahaan baik yang bergerak dalam bidang jasa ataupun barang.  Pemasaran  adalah  barometer  atau  standarisasi  dari  keberhasilan  suatu usaha   dalam   meraih   pangsa   pasar   yang   seluas-luasnya.  Menurut william J. Staton yang dikutip oleh Basu Swastha dan Irawan (2006) menyebutkan bahwa pemasaran adalah suatu sistem keseluruhan dari kegiatan – kegiatan bisnis yang ditujukan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan dan mendistribusikan barang dan jasa yang memuaskan kebutuhan baik kepada pembeli yang ada maupun pembeli potensial.
Untuk   memahami pemasaran   yang  handal   diperlukan   kemampuan   membaca   kelompok   pasar, kelompok  konsumen,  sampai  dengan  kondisi-kondisi  lain  yang  kerap mempengaruhi  pemasaran  barang  dan  jasa  di  masyarakat. Dimana menurut Philip Kotlem: 2005 dalam buku Manajemen Pemasaran hal 10, disebutkan bahwa dari definisi sosial pemasaran adalah suatu proses sosial dimana individu atau kelompok dapat mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan penawaran dan secara bebas mempertukarkan produk dan jasa dengan pihak lain. Sedangkan dari definisi manajerial pemasaran lebih diartikan sebagai seni menjual produk.
 

  • Tujuan pemasaran

Sebuah perusahaan yang didirikan mempunyai tujuan utama, yaitu mencapai tingkat keuntungan tertentu, pertumbuhan perusahaan atau peningkatan pangsa pasar. Di dalam pandangan konsep pemasaran, tujuan perusahaan  ini  dicapai  melalui  keputusan  konsumen.  Keputusan  konsumen diperoleh  setelah  kebutuhan  dan  keinginan  konsumen   dipenuhi  melalui kegiatan pemasaran yang terpadu. Menurut Basu Swastha dan Irawan (2006) pada dasarnya tujuan perusahaan adalah memberikan kepuasan kepada pembeli dan masyarakat yang lain dalam pertukarannya untuk mendapatkan laba atau perbandingan antara penghasilan dan biaya yang menguntungkan.
Tujuan pemasaran adalah mengubah orientasi falsafah manajemen pemasaran lain yang ternyata telah terbukti tidak berhasil mengatasi berbagai persoalan, karena adanya perubahan dalam ciri-ciri pasar dewasa ini yang cenderung berkembang. Perubahan tersebut terjadi antara lain karena pertambahan jumlah penduduk, pertambahan daya beli, peningkatan dan meluasnya   hubungan   atau   komunikasi,   perkembangan   teknologi,   dan perubahan faktor lingkungan pasar lainnya.
Philip Kotler (2005) mengemukakan bahwa pemasaran mempunyai tujuan membangun hubungan jangka panjang yang saling memuaskan dengan pihak- pihak yang memiliki kepentingan utama pelanggan, pemasok, distributor dalam rangka mendapatkan serta mempertahankan referensi dan kelangsungan bisnis jangka panjang mereka.

  • Strategi Pemasaran

Strategi  adalah  suatu rencana yang di utamakan untuk mencapai tujuan perusahaaan. Didalam strategi tersebut harus mampu memilih konsumen yang dituju, identifikasi keinginan konsumen dan menentukan marketing mix. (Basu Swastha dan Irawan:2006)
Strategi pemasaran yang berhasil umumnya di tentukan dari satu atau beberapa variabel marketing mix-nya.  Strategi pemasaran didefiniskan sebagai analisis, strategi pengembangan dan pelaksanaan kegiatan dalam pemilihan strategi pasar sasaran produk pada tiap unit bisnis, penetapan tujuan pemasaran dan pengembangan, pelaksanaan serta pengelolaan strategi program pemasaran penentuan posisi pasar yang dirancang untuk memenuhi keinginan konsumen pasar sasaran. Pemasaran strategis merupakan strategi pengembangan proses orientasi pasar. (David W. Cravens:1996) .
Strategi  adalah  suatu rencana permainan untuk mencapainya. Artinya setiap usaha harus merancang strategi untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Semenetara menurut Michale Porter bahwa fokus stratgei awal terdiri dari 3 jenis yaitu ; biaya secara keseluruhan, diferensiasi dan fokus. (Buku “Marketing Management 9e” Kotler, P. Hal : 75)

  • Perencanaan Pemasaran

Perencanaan diperlukan untuk mengikuti perkembangan di masa mendatang. Tanpa perencanaan sebuah organisasi kemungkinan akan mengambil cara – cara yang ekstrim untuk menghindari kerugian atau untuk mempertahankan kelangsungan hidup. Umumnya perencanaan terdapat tiga konsep, yaitu perencanaan perusahaan secara keseluruhan, perencanaan pemasaran dan pemasaran tahunan. (Basu Swastha dan Irawan:2006)
Perencanaan strategis menurut Philip Kotler:11 (2005) dilaksanakan pda 2 level. Yaitu level strategis dan taktis. Level pemasaran strategis membentangkan pasar sasaran dan proporsi nilai yang akan ditawarkan, berdasarkan analisa tentang peluang pasar terbaik. Sedangkan rencana pemasaran taktis adalah merinci takttik pemasaran yang mencakup fitur produk, promosi, perdagangan, penetapan harga, saluran distribusi dan pelayanan.

  • Segmentasi Pasar

Segmentasi ada agar perusahaan tidak akan ketinggalan ketika ada peluang yang muncul di pasar terkait dengan keinginan konsumen. Perusahaan hendaknya cermat membaca kondisi pasar sehingga dapat  mengidentifikasi dari segi demografis, geografis, dan psikografis. Perusahaan melakukan yang namanya segmentasi pasar, setidaknya untuk menentukan tingkatan model pasar yaitu, sekelompok orang yang memiliki satu atau lebih kesamaan karakter. Segmentasi pasar sendiri adalah suatu proses membagi sebuah pasar ke segmen – segmen atau kelompok – kelompok yang bermakna, relatif sama dan dapat diindentifikasi (Lamb, Hair & McDaniel, 2001. Buku Pemasaran Hal : 280)

Tujuan Segmentasi Pasar

Segmentasi pasar memberikan peluang bagi perusahaan membagi pasar yang besar dan heterogen ke dalam segmen segmen yang kecil. Dengan demikian dapat dijangkau oleh perusahaan secara efisien dan efektif dengan produk dan jasa yang sesuai dengan kebutuhan konsumen dalam segmen tersebut (Kotler ,P. & Amstrong , G. 2011. buku dasar – dasar pemasaran, hal : 282).

Segmentasi Yang Efektif

Berdasarkan buku “Manejemn Pemasaran” Kotler, P. & Keller K.L,, hal :250. disebutkan bahwa kriteria segmentasi pasar efektif adalah :
§        Terukur : Ukuran, daya beli dan karakteristik segmen dapat di ukur
§      Substansial : Segmen cukup besar dan menguntungkan untuk dilayani. Sebuah segmen harus menjadi kelompok homogen terbesar yang layak dikejar dengan program pemasaran yang disesuaikan.
§        Dapat diakses : Segmen dapat dijangkau dan dilayani secara efeketif.
§     Dapat di Deferensial : Differentiabel berarti segmen tersebut dapat dibedakan secara konseptual dan mempunyai respon yang berbeda terhadap elemen dan bauran pemasaran yang berbeda.
§       Dapat ditindaklanjuti : Program yang efektif dapat diformulasikan untuk menarik dan melayani segmen.

  • Targeting

Targeting berarti sasaran yang dituju. Hal ini merujuk pada target market.
Target market dapat dikatakan segmen pasar  yang menjadi tujuan pemasaran. Yang perlu diingat  sebelum memutuskan segmen mana yang menjadi target market, perusahaan mengevaluasi  apakah  segmen tersebut berpotensi atau tidak . Sebelum menentukan sasaran perusahaan  melakukan beberapa survey  agar proses pemasaran tidak salah sasaran.

 Dalam buku “Pemasaran” Lamb, Hair & McDaniel, 2001. Hal : 303  targeting / sasaran di bedakan menjadi 2 yaitu :
    • Penetapan sasaran terkonsentrasi
Merupakan sebuag strategi yang biasanya memilih satu segmen dari suatu pasar untuk memusatkan upaya – upaya pemasarannya.
    • Penetapan sasaran segmen-majemuk
Merupakan sebuah strategi yang memilih dua atau lebih segmen pasar yang di definisikan dengan baik dan mengembangkan bauran pemasaran yang berbeda untuk setiap segmen pasar tersebut.

  • Positioning

Positioning adalah image atau citra yang terbentuk di benak konsumen dari sebuah nama perusahaan. Positioning menyangkut bagaimana sebuah produk dinilai dan dilihat di mata konsumen , serta apa yang bisa membuat konsumen mengingat produk tersebut dan bisa membedakannya dengan produk lainnya. Positioning tidak hanya membangun image tetapi juga membangun kepercayaan konsumen dengan menanamkan berbagai informasi, identitas tentang produk di dalam benak konsumen perusahaan sehingga konsumen selalu ingat dengan produk kita.
Positioning cukup berpengaruh bagi keberhasilan perusahaan. Menurut Lamb, Hair & McDaniel, 2001. Buku Pemasaran Hal : 306, bahwa positioning asalah bauran pemasaran spesifik untuk mempengaruhi keseluruhan persepsi pelanggan – pelanggan potensial terhadap merk, lini, produk, atau organisasi secara umum.

Tugas Positioning

Dalam menentukan positioning ada 3 tahap (Kotler, P & Amstrong, G., 2001) dalam buku “dasar – dasar pemasaran hal; 311 yaitu :
§      Mengidentifikasi sejumlah keunggulan bersaing yang adapat dijadikan sebagai dasar untuk membangun posisi
§         Memilih keunggulan yang tepat
§         Memilih suatu strategi postioning yang menyeluruh.

Selanjutnya perusahaan harus mengkomunikasikan secara efektif ke pasar atas posisi yang dipilih. Dan untuk mengkomunikasikan positioning sebuah produk perusahaan harus memperhatikan factor factor dibawah ini :

1.  Be creative , perusahaan harus kreatif untuk mencuri perhatian konsumen atau target market.
2.      Simplicity , komunikasi yang disampaikan harus sesederhana dan sejelas mungkin
3.      Consistent yet flexible , perusahaan harus konsisten .
4.     Own, dominate, protect , dalam komunikasi perusahaan harus memiliki satu atau beberapa kata ampuh di benak pelanggan .
5.  User their language dalam mengkomunikasikan positioning perusahaan harus menggunakan bahasa pelanggan.

  • Bauran Pemasaran

Bauran  pemasaran  adalah  rangkaian  sarana  pemasaran  taktis  terpadu yang dapat dikendalikan (produk, harga, tempat dan promosi) untuk mengetahui respon  pasar  sasaran  yang  diinginkan   oleh  perusahaan. Bauran pemasaran  merupakan kombinasi variabel atau kegiatan yang merupakan inti dari sistem pemasaran, variabel yang dapat dikendalikan oleh perusahaan untuk mempengaruhi reaksi para pembeli atau konsumen. 
Sementara menurut Philip Kotler : 1997, bauran pemasaran adalah seperangkat alat pemasaran yang digunakan perusahaan untuk mencapai tujuan pemasaran dalam pasar sasaran.

  • Analisis SWOT

Analisis SWOT adalah identifikasi berbagai faktor secara sistematis untuk merumuskan strategi perusahaan (freddy rangkuti, 2003). Analisa ini  didasarkan pada  logika yang  dapat memaksimalkan kekuatan (strength) dan peluang (opportunities) namun secara bersamaan dapat meminimalkan kelemahan (weaknesses) dan ancaman (threats).
Analisa tersebut dapat membantu dalam merumuskan kebijakan-kebijakan yang sifatnya strategis bagi perusahaan. Dengan adanya analisis SWOT maka manejemen dapat mengetahui apa yang menjadi peluang  bagi  perusahaan  dan  adanya  ancaman  yang  mungkin  timbul.  Selain  itu  manejemen  dapat mendeteksi keunggulan–keunggulan perusahaan yang menjadi sumber-sumber kekuatan atau kelemahan - kelemahan yang dimiliki perusahaan. Strength (kekuatan) adalah bagian dari analisis SWOT yang membantu manejemen dalam mencari dan mengetahui apa yang menjadi keunggulan perusahaan. Tujuan analisis model SWOT adalah untuk membantu manejemen dalam merumuskan strategi-strategi apa yang nantinya dapat memperkokoh posisi perusahaan dan memenangkan persaingan.


Pembahasan


            Dalam makalah ini kami mencoba membahas mulai dari visi misi perusahaan sampai dengan strategi pemasaran. Dimana strategi pemasaran mencakup target dan marketing mix. Adapun analisa – anlisa atau bahasan tersebut merupakan gabungan antara pendapat dan beberapa teori yang melatar belakangi. Sumber informasi adalah dari website resmi Sepeda Motor Honda (AHM) dan beberapa jurnal hasil penelitian. Namun demikian secara garis besar apa yang kami uraikan adalah pendapat pribadi kami. Adapun bahasan adalah sebagai berikut :

  1. Sejarah perkembangan perusahaan

PT Astra Honda Motor (AHM) merupakan pelopor industri sepeda motor di Indonesia. Didirikan pada 11 Juni 1971 dengan nama awal PT Federal Motor, yang sahamnya secara mayoritas dimiliki oleh PT Astra International. Saat itu, PT Federal Motor hanya merakit, sedangkan komponennya diimpor dari Jepang dalam bentuk CKD (completely knock down).
Pada tahun 2000 PT Federal Motor dan beberapa anak perusahaan di merger menjadi satu dengan nama PT Astra Honda Motor, yang komposisi kepemilikan sahamnya menjadi 50% milik PT Astra International Tbk dan 50% milik Honda Motor Co.Japan. Saat ini PT Astra Honda Motor memiliki 3 fasilitas pabrik perakitan, pabrik pertama berlokasi Sunter, Jakarta Utara yang juga berfungsi sebagai kantor pusat. Pabrik ke dua berlokasi di Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, serta pabrik ke 3 yang sekaligus pabrik paling mutakhir berlokasi di kawasan MM 2100 Cikarang Barat, Bekasi.
Guna menunjang kebutuhan serta kepuasan pelannggan sepeda motor Honda, saat PT Astra Honda Motor  di dukung oleh 1.600 showroom dealer penjualan yang diberi kode H1, 3.800 layanan service atau bengkel AHASS (Astra Honda Authorized Service Station) dengan kode H2, serta   6.500 gerai suku cadang atau H, yang siap melayani jutaan penggunaan sepeda motor Honda di seluruh Indonesia. Karyawan PT Astra Honda Motor saat ini berjumlah sekitar 15.000 orang.
Mencermati sejarah Astra Honda Motor sebagai pemegang hak di Indonesia, nampak bahwa perkembangan cukup pesat. Artinya keberadaan merk Honda memang telah dapat diterima oleh kultur msyarakat Indonesia. Terbukti selain pengembangan produksi, juga di ikuti perkembangan pendirian pabrik perakitan.

  1. Visi dan Misi Perusahaan

Visi Honda adalah Untuk mengambil dan memimpin di pasar motor Indonesia dengan membuat mimpi pelanggan menjadi kenyataan, menciptakan sukacita kepada pelanggan dan memberikan kontribusi kepada masyarakat Indonesia. Sedangkan Misi Honda adalah menciptakan solusi mobilitas kepada masyarakat dengan produk dan layanan terbaik.
Mencermati visi dan misi perusahaan tersebut cukup menarik. Bagaimanapun visi merupakan cita – cita yang ingin di capai seseorang atau organisasi. Artinya cita - cita yang di lontarkan oleh Honda Motor sangat relefan dengan keinginan calon konsumennya. Mewujudkan mimpi pelanggan, artinya perusahaan akan selalu berusaha untuk mewujudkan keinginan konsumen. Dari Visi tersebut jelas konsep strategi bisnis mengarah kepada Orientasi Pasar (keinginan pasar).
Sesuai pendapat Cravens:1996, bahwa Visi mencakup pengambilan keputusan dimana, kapan dan bagaimana. Mari kita perhatikan, Honda memproduksi dan memasarkan kendaraan bermotor di Indonesia. Mulai di produksi sejak tahun 1971 dan selalu berkembang hingga memiliki komponen atau perangkat produksi dan sistem pemasaran serta evaluasi yang lengkap. Selanjutnya honda mengembangkan produk sesuai dengan keinginan konsumen atau melihat harapan konsumen. Minimal dengan slogan “One Heart”, terkenal irit dan citra bahwa mesin awet, adalah salah satu bukti bagaimana perusahaan Honda (AHM) mengendalikan pasar sesuai dengan keinginan pasar itu sendiri.
Terkat misi perusahaan, nampaknya untuk mempertahankannya Honda telah memiliki strategi tersendiri. Bukti adalah munculnya berbagai jenis atau tipe kendaraan yang ditawarkan ke masyarakat. Artinya Honda mengeluarkan produk mengikuti perubahan pasar. Hal ini setidaknya untuk menjawab pendapat Philip Kotler : 1997 yang menyebutkan bahwa lama kelamaan perusahaan akan kehilangan minat pada misinya atau misi tersebut akan tidak relevan dengan perubahan kondisi pasar. Tetapi saya berpendapat apabila ada kosistensi terhadap misi itu sendiri, maka kepercayaan konsumen tetap ada, dan keuntungannya adalah visi perusahaan juga akan terjaga. Artinya kelangsungan perusahaan selalu dapat dipertahankan dengan baik.

  1. Tujuan Perusahaan

Sebagaimana disebutkan bahwa PT. AHM merupakan perusahaan yang bertujuan menjalankan fungsi produksi, penjualan dan pelayanan purna jual yang lengkap untuk kepuasan pelanggan. Artinnya fungsi produksi adalah menciptakan produk untuk dapat di jual, dari penjualan tentunya akan mendapatkan keutungan. Sedangkan purna jual sebenarnya juga merupakan unsur bisnis yang dapat menghasilkan keutungan. Tetapi di lain pihak bahwa produk Honda tersebut dapat di manfaatkan secara maximal sebagai alternatif kendaraan transportasi yang murah dan sesuai kebutuhan masyarakat. Dari uraian tersebut tujuan perusahaan untuk mendapat keuntungan dan keinginan konsumen mendapat kepuasan tampak bersinergi.
Sebagaimana disebutkan oleh Basu Swastha dan Irawan (2005) bahwa tujuan merupakan titik awal dari perencanaan pemasaran. Tujuan tersebut harus ditetapkan sebelum mengambil keputusan strategis. Tujuan perusahaan pada dasarnya ada 2 yaitu tujuan Umum dan Tujuan khusus. Tujuan umum adalah mencari laba atau keuntungan, sedangkan tujuan khusus adalah terkait dengan upaya peningkatan kualitas produk, perluasan pasar dan laba jangka pendek.
Dari penjelasan dan dasar teori yang ada saya tarik garis besar bahwa memang AHM ini berusaha mencari laba atau keuntungan serta berusaha memperkuat/memperluas pemasaran produk. Tetapi juga terdapat tujuan untuk kebaikan konsumen yaitu berupa kepuasan pelanggan itu sendiri. Artinya keuntungan merupakan hasil dari keberhasilan perusahaan mencapai tujuannya.             

  1. Peluang, Ancaman, Kelemahan dan Kekuatan (Swot Analisis)

Untuk membuat suatu rencana maka setidaknya AHM mengevaluasi faktor eksternal maupun faktor internal. Analisis faktor-faktor haruslah menghasilkan adanya kekuatan (strength) yang dimiliki oleh suatu organisasi, serta mengetahui kelemahan (Weaknesses) yang terdapat pada organisasi itu. Sedangkan analisis terhadap faktor eksternal harus dapat mengetahui kesempatan  (opportunity) yang terbuka bagi organisasi serta dapat mengetahui pula ancaman (treaths) yang dialami oleh organisasi yang bersangkutan.
Dari pemahaman saya dengan membaca beberapa ulasan dan berita terkait dengan AHM dapat saya uraikan menurut pendapat saya sendiri adalah sebagai berikut :
Faktor Internal
                       Kekuatan
ü      Skala usaha internasional
ü      Modal yang dimiliki pasti memadai
ü      Memiliki tempat / pabrik perakitan sendiri
ü      Memiliki pabrik suku cadang / spare part
ü      Memiliki show room delaer dan pelayanan service yang memadai
ü      Irit bahan bakar
ü      Harga purna jual masih bagus
                       Kelemahan
ü      Terkenal inovasi mesin kurang, hanya inovasi body
ü      Spare part asli mahal
ü      Pabrik perakitan hanya di pulau jawa dan itupun hanya di area jakarta dan sekitarnya
ü      Pabrik yang di indonesia hanya perakitan saja
ü      Beberapa stock jenis tertentu umumnya terbatas

Faktor Ekstenal
                       Peluang
ü   Mempunyai citra yang kuat dari Brand “Honda” sebagai merek pertama di Indonesia atau Image sepeda motor Honda sudah melekat di Masyarakat.
ü    Geografis di Indonesia cocok apabila di pakai jenis Sepeda motor, khususnya di daerah
ü Merupakan kendaraan pribadi yang sesuai dengan kondisi perekonomian di Masyarakat dari segi harga dan kualitas
ü      Kualitas produk Honda diakui di Masyarakat Indonesia
ü      Image irit di masyarakat masih melekat, sehingga masih di gemari
ü      Kepadatan kendaraan roda 4 di kota beasr membuat peluang tersendiri bagi kelas sepeda motor.
                       Ancaman
ü      Banyak pesaing, khususnya yang paling kuat adalah brand Yamaha dan Suzuki.
ü      Persaingan harga produk dengan CC yang sama relatif ketat.
ü      Banyak kompetitor yang membuka dealer di kota – kota kecil bahkan sudah sampai di kecamatan - kecamatan
ü      Inovasi kompetitor cukup cepat
ü      Harga bahan bakar minyak (BBM) yang cukup mahal
ü      Muncul merek sepeda motor cina (mocin)

Selanjutnya sesuai dengan pendapat Freddy Rangkuti (2003) setelah peluang, ancaman, kelemahan dan kekuatan di ketahui, barulah dapat di cari atau disiapkan tahap analisisnya. Dengan analisis tersebut dapat disiapkan strategi yang dapat di gunakan. Adapun model strategi tersebut salah satunya yang dapat digunkan Matrik SWOT. Matrik ini dapat menggambarkan kombinasi atas gambaran factor internal dan ekternal.


Dari uraian diatas dapat dibahas alternatif strategis sebagai berikut :

            Strategi SO
Adalah memanfaatkan seluruh kekuatan dan memanfaatkan peluang sebesar – besarnya. Sehingga yang dapat di tempuh adalah :
o       Meningkatkan produksi jenis tertentu yang sedang menjadi tren, misal jenis matic atau sport
o       Memberikan variasi harga sesuai dengan daerah.
o       Mempergencar promosi di daerah
o       Memberikan variasi pelayanan di dealer – dealer dan purna jual
o       Memberikan variasi pelayanan di jasa service

Strategi ST
Adalah strategi dalam menggunakan kekuatan yang dimiliki perusahaan untuk mengatasi ancaman. Yang dapat di tempuh atau dilakukan adalah :
o       Inovasi produk dengan tetap mengandalkan keiritan dan kekuatan mesin
o  Memberikan training skill pada pegawai khususnya di bagian pelayanan jasa service
o       Mempermudah system pembelian atau kredit
o       Menambah dealer atau show room di daerah – daerah

Strategi WO
Adalah strategi dalam menggunakan peluang yang dimiliki perusahaan dengan meminimalkan kelemahan yang ada. Yang mungkin dapat dilakukan adalah :
o       Memiliki system distribusi dan penyaluran yang merata ke seluruh wilayah sesuai dengan pangsa pasar wilayah terkait
o       Membuat style atau bodi yang lebih dinamis dan modern
o       Menyediakan stok jenis terntentu di dealer khususnya sesuai orientasi pasar yang di tuju misalnya peningkatan jenis skutik dan sport.

Strategi WT
Adalah strategi yang bersfiat difensif dan berusaha meminimalkan kelemahan serta menghindari aancaman
o   Menyediakan paket surprice atau hadiah (biasanya undian berhadiah dari pelanggan Honda)
o  Melakuakan promisi kedesa-desa dan gencar memberikan promosi di segmen segmen tertentu
o       Membuat suku cadang yang lebih murah
o       Inovasi produk terus menerus

  1. Strategi Pemasaran

Strategi perusahaan terkit produk biasanya berbeda – beda. Walaupun dalam satu payung korporasi. Hal ini karena terkait dengan segmen dan target penjualan produk itu sendiri. Artinya terdapat Unit Usaha yang mengelola atau menyusun strategi secara khusus. Tetapai secara umum tentu perusahaan memiliki strategi secara korporasi. Intinya strategi di tempuh atau dilakukan berdasarkan suatu tujuan. Menurut Basu Swastha dan Irawan (2005) ada 3 tahap strategi yaitu :
1)      Memilih konsumen yang di tuju
2)      Identifikasi keinginan konsumen
3)      Menentukn marekting mix
Sedangkan unsur strategi persaingan menurut Freddy Rangkuti (2003) terdiri dari 3 hal yaitu :
a.       Strategi segmentasi pasar
b.      Targeting
c.       Positioning
Pembahasan terkait dengan strategi dan unsur strategi tersebut akan di bahas selanjutnya. Secara garis besar 2 hal yang akan di analisa adalah terkait dengan Target Market dan Marketing Mix dari produk AHM.

                   I.      Target Market

AHM mempunyai target penjualan pada seluruh lapisan masyarakat. Secara umum produk yang diciptakan sesuai dengan kelompok atau segmentasi terkait. Dalam hal ini yang saya ketahui adalah dengan adanya jenis sepeda motor tipe Bebek, Tipe Sport dan Tipe Skutik. Masing masing tipe tersebut mempunyai segmentasi pasar masing – masing dan dengan varian masing – masing. Sebagai contoh pembahasan saya sebelumnya adalah segmentasi, targeting dan positioning Honda tipe Skutik jenis Beat, adalah diminati kaum muda dan umunya perempuan.
Sebagai contoh saja uraian target market adalah pada pembahasan segmentasi, targeting dan positioning salah satu produk AHM yaitu Honda Beat. Dari uraian kami sebelumnya mungkin bisa mewakili secara implisit bagaimana strategi pemasaran Honda di Indonesia.

Strategi Honda Beat
No
Implementasi

Segmentasi
1
Honda Beat adalah tipe kendaraan pada segmen tipe skuter otomatic

2
Honda Beat juga berada pada segmen Low AT dengan harga + 12,5 Juta

3
Segmentasi pasarnya adalah untuk kalangan remaja dan kaum muda


(khususnya pelajar SMU dan Mahasiswa)

4
Segmentasi untuk kaum muda yang suka akan rasa nyaman,


praktis, style yang trendi dan modern

5
Honda beat adalah tipe kendaraan pada segmen 110 CC

6
Konsentrasi pemasaran di Kota dan Daerah


(di kota cenderung pakai velg racing, di daerah cenderung velg jari - jari)

Targeting
1
Tahun 2012 ditargetkan mampu menjual 1.350.000 unit

2
Target pemasaran adalah untuk remaja dan kaum muda

3
Target pemasaran baik di kota maupun di desa diupayakan tetap maximal



Positioning
1
Honda secara umum telah memiliki Brand Produk tersendiri di masyarakat


(karena salah satu produk yang pertama muncul di Indonesia)

2
Honda memiliki slogan "One Heart"

3
Honda beat dikembangkan dengan keunggulan "Irit, Karbu dan Terjangkau"


(dengan slogan iklan adalah "Can't Stop The New Beat")

4
Honda beat sering mengadakan promosi ke segmen pelajar


(tema “Nge-BeAT Bareng Hai Skulizm”)

5
Dengan harga yang berkisar 12,5 On The Road, menempatkan Honda Beat


Sebagai kendaraan yang cukup murah dan berkualitas

6
Honda Beat memberikan beberapa pilihan seperti : Hard Rock Black,


Electro Red, Techno White, Groovy Blue dan Disco Green

7
Honda Beat mempunyai fitur unggulan yaitu : parking brake lock dan


side stand switch

Gambaran segmentasi tersebut nampaknya sesuai dengan Kotler dan Keller (2009). Dimana segmentasi di pengaruhi psikologi bahwa ada nilai style dan perasaan nyaman di pemakai/konsumen. Sehingga ada inters yang baik dari konsumen terhadap produk tersebut. Karena segmentasi psikologis berdasarkan sifat probadi, gaya hidup dan nilai.


                II.      Marketing Mix

Dalam marketing mix perusahaan harus menetapkan bagaimana cara untuk mensinergikan antara produk, harga, tempat dan promosi. Bahkan lebih spesifik bahwa perusahaan harus mampu mengalokasikan anggaran ke berbagai alat pemasaran yang dimiliki Basu Swastha dan Irawan (2005). Berikut dapat saya uraikan masing masing analisa bagian Marekting Mix sebagai berikut :

Analisa Produk

Produk berupa barang dan jasa sampai saat ini sethu saya yang dikeluarkan oleh  AHM adalah:
1)  Sepeda Motor merk Honda
2)  Bengkel resmi sepeda motor merk Honda.
3)  Suku cadang (spare part) sepeda motor merk Astra Honda.
4)  Motor Bekas / Second

Adapun  gambaran  umum  produk  barang  dan  jasa  adalah  sebagai berikut:
1)      Sepeda motor merk Honda dijual baik dengan cara Cash maupun Kredit misalnya melalui FIF atau Adira atau jasa pembiyayaan lain. Ada beberapa macam tipe merk motor Honda yang di perdagangkan seperti Honda Revo, Honda Supra Fit, Honda Mega Pro, Honda Tiger, Honda Cbr, untuk jenis sepeda motor bebek, dan untuk sepeda motor matic sendiri ada Honda Beat, Honda Vario dan Honda Spacy.
2)      Pelayanan Jasa Bengkel Sepeda Motor Honda menyebar di seluruh wilayah. Dengan  peralatan terbilang baik dan memadai, perlengkapan untuk service motor dan kinerja pegawai yang sejauh ini saya lihat cukup baik. Pelayanan  jasa itu sangat  penting,  keramahan  dan  kemampuan pegawai dalam melayani konsumen serta dalam pengerjaan kendaraan konsumen akan membuat kepuasaan pelanggan meningkat dan akan memunculkan loyalitas dari konsumen.
3)      Suku cadang (Spare Part) asli motor Honda adalah salah satu produk unggulan Astra Motor. Walaupun harga relatif mahal tetai kualitas tidak diragukan lagi.
4)      Adapun motor bekas/motor Second yang diperdagangkan adalah motor yang   tidak   dapat   lagi   dibayarkan   iuran   bulanan   oleh   konsumen   yang melakukan pembelian secara kredit  atau dengan kata lain kredit macet, yang kemudian motor tersebut ditarik kembali oleh pihak dealer dan nantinya direkondisi yang kemudian akan di jual kembali sebagai motor second.

Analisa Promosi (Promotion)
Bentuk-bentuk promosi pemasaran yang dilakukan oleh AHM, terdapat berbagai macam. Tetapi secara umum dan untuk mempermudah, dapat saya kategorikan menjadi dua bagian yaitu periklanan dan sponsor, dengan uraian sebagai berikut :

Periklanan

Iklan adalah bentuk komunikasi tidak langsung yang didasari pada informasi tentang keunggulan sepeda motor Honda. Biasanya disusun rangkaian kata-katanya sedemikian rupa dengan mengubah pikiran seseorang untuk membeli motor Honda (baru/second), sparepart asli motor Honda maupun perbaikan di bengkel resmi Honda. Artinya hal ini sesuai dengan pendapat philip kotler (2005) yang menyebutkan bahwa iklan adalah bentuk komunikasi non-personal, yang melakukan penyebaran pesan informasi dan persuasi melalui media massa kepada kelompok sasaran tertentu mengenai suatu organisasi, barang, jasa maupun ide dengan pencantuman sponsor yang jelas.
Adapun kegiatan periklanan  yang dilakukan oleh AHM  dengan berbagai macam cara di antaranya melalui media cetak seperti surat kabar, media luar ruangan seperti baliho dan spanduk, layar kaca (televisi), internet dll. Tetapi umumnya masing – masing unit usaha atau diferensiasi dari Honda melakukan promosi masing – masing. Sehingga akan banyak kita jumpai berbagai jenis iklan yang menawarkan produk honda sesuai dengan segmentasinya.

Sponsorship

Kegiatan sponsorship yang dilaksanakan oleh AHM bertujuan untuk lebih mensosialisasikan produk kepada masyarakat luas melalui berbagai kegiatan seperti, sponsor kegiatan amal, festival musik, olahraga dan lain sebagainya.  Dalam hal ini yang berperan adalah public relation. Seperti halnya pendapat Kotler dan Amstrong (2001) yang menyebutkan public relation adalah suatu fungsi manajemen yang melakukan evaluasi sikap masyarakat, mengidentifikasi kebijakan dan prosedur organisasi dan/atau perorangan yang dikaitkan dengan keinginan masyarakat, serta melaksanakan program yang sistematis untuk mencapai pemahaman dan penerimaan masyarakat dalam upaya memperoleh citra positif. Dimana salah satu perangkat atau alat yang digunakan adalah kontribusi sosial, dan pendanaan.

Analisa Harga (Price)

Harga untuk tarif  produk  dan  jasa  yang  di  berikan  dan yang di  sosialisasikan sangat   menentukan   keberhasilan   pemasaran,   jika   harga   tarif   rendah dibarengi dengan tingginya kualitas pelayanan barang dan jasa, maka konsumen akan lebih tertarik menggunakan jasa dan membeli motor Honda. Seperti diawal telah saya sebutkan bahwa memang harga relatif mahal, tetapi apabila kualitas yang di hasilkan sepadan maka konsumen tetntu tetap memilih Honda sebagai prioritas.
            Yang paling diwaspadai adalah kompetitor, sebab selain persaingan harga sangat ketat. Secara umum semua menawarkan harga yang relatif murah atau terjangkau. Disinilah poin yang harus diperhatikan. Ketika harga mulai ketat, maka satu – satunya cara yang dapat dimaksimalkan adalah mempertahankan atau bahkan meningkatkan kualitas dan pilihan bagi konsumen. Dan saat ini kunci keberhasilan Honda adalah pada kualitas yang dimiliki.

Distribusi

Seperti uraian company profile sebelumnya, PT Astra Honda Motor  memiliki 3.800 layanan service atau bengkel AHASS, serta   6.500 gerai suku cadang sepeda motor Honda di seluruh Indonesia. Hal yang mungkin jadi masalah adalah pabrik Honda terdapat di Jawa, padahal konsumennya seluruh Indonesia. Oleh karena itu sistem transportasi pengangkut harus selalu diperhatikan.
Hal ini mengacu pada pendapat Philip Kotler, Basu Swastha & Irawan ataupun David W Cravens yang intinya hampir sama yaitu dalam distribusi yang harus di perhatikan adalah sistem transportasi, sistem penyimpanan, dan pemilihan saluran distribusi. Dari ketiga hal tersebut AHM telah mampu memenuhi dan setidaknya mengatasi permasalahan distribusi. Hal ini terbukti bahwa AHM memiliki 1.600 showroom dealer penjualan resmi AHM.

Kesimpulan

            Dari uraian tersebut diatas sebenarnya kesimpulannya adalah bagaimana perusahaan itu (khususnya Honda) mampu memenangkan pasar melalui perencanaan strategis dengan tetap berorientasi pada konsumen atau pasar. Artinya seluruh bagian organisasi yang ada di dalamnya berupaya bagimana mendapatkan sistem dan keputusan yang tepat dalam menciptakan kepuasan pelangan atau konsumen.
            Bukti dari organisasi AHM tersebut fokus pada konsumen adalah terlihat dari Visi dan Misi yang di canangkan. Sedangkan implementasinya adalah dari banyaknya produk yang mewakili harapan konsumen serta tanggapan penerimaan konsumen terhahadap produk Honda itu sendiri. Setidaknya di buktikan dengan angka penjualan yang rekatif selalu bersaing dan memimpin otomotif motor di Indonesia. Artinya fungsi penawaran dan permintaan dalam sistem perekonomian tercipta dengan saling memberikan keuntungan.
            Adanya segmentasi pasar, target dan positioning merupakan strategi dalam persaingan. Hal tersebut sebagai bagian bagaimana Honda mampu mencarai atau merebut hati konsumen. Terbukti dengan slogan “One Heart” dan hampir setiap produk mempunyai karakter yang kuat sesuai dengan target yang di tuju. Inilah keunggulan daya saing yang sebenarnya dari produk Honda. Yang berarti sesungguhnya untuk menjadi pemenang maka karakter dan keinginan konsumen mutlak di pahami terlebih dahulu.
            Terkait dengan analisi SWOT mungkin yang dapat dilakukan adalah dengan meningkatkan produk yang selalu up to date sesuai keinginan/kebutuhan masyarakat. Artinya hanya dengan ber Inovasi dan Perbaikan terus menerus maka akan dapat selalu mencapai kepuasan pelanggan. Atau dalam arti lain, AHM harus selalu pada target pengembangan produk yang lebih mutakhir, inovasi teknologi, pengembangan yang kontinyu terhadap produknya. Selanjutnya AHM juga dapat menjual lebih banyak motor skutik dan sport yang lebih banyak sesuai dengan permintaan konsumen akhir-akhir ini. Menjual di tempat lain atau mencari tempat-tempat yang belum pernah dijangkau termasuk ke pedesaan.



Daftar Pustaka


Cravens, D.W., 1996. Pemasaran Strategis, Edisi 4. PT. Penerbit Erlangga, Jakarta.

Kotler, P., 1997. Marketing Management. ”Analisa Perencanaan, Implementasi dan Kontrol”, Edisi 9. PT Ikrar Mandiriabadi, Jakarta.

Kotler, P., 2005. Manajemen Pemasaran, jilid 1. Edisi 11. PT. Indeks, Jakarta.

Kotler, P., & Armstrong, G., 2001. Dasar – dasar Pemasaran, jilid 1. PT. Indeks, Jakarta.

Kotler, P., & Keller, K.L., 2009. Manajemen Pemasaran, edisi 13. Penerbit Erlangga, Jakarta.

Lamb, C.W., Hair, J.F., & McDaniel, C., 2009. Pemasaran, buku 1. Penerbit Salemba Empat, Jakarta.

Rangkuti, F., 2003. Analisis Swot Teknis Membedah Permasalahan Bisnis, “reorientasi konsep perencanaan strategis untuk menghadapi abad 21.” Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.

Swastha, B., & Irawan., 2005. Manajemen Pemasaran Modern. Penerbit Liberty, Yogyakarta.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar